Friday, April 08, 2011

Much ado about Istak


A few years back, this brand of malt drink, Istak, a product from Iran was introduced in Pameran Halal Antarabangsa 2009 (MIHAS).



It was controversial..


Some people mengharamkan produk nie based on dalil, "meniru cara hidup yahudi dan nasrani". I just can't really agree with drinking this provocative packaging of the product will slowly 100% lead us to kekafiran. Yahudi and Nasrani will forever be provoking us, latest being the usage of the word, Allah, in refererence to their God. What if they started packaging their beers in a 'plastik bag ikat tepi'? So how? Shall we stop using the plastik bag ikat tepi? But then again, tapai dlm plastik bag ikat tepi is still haram.

Some people terus mengharamkan this drink through his sceptics. When asked why, setan pun mencucuk, "nampak mcm lain macam ja...mcm botoi arak ja..." apa dalil dia guna pun taktau. Jangan membabi buta. You see, when God grants you a family who loves you, a family you are proud of, always a centre of attraction, boosting your self-esteem and ego, don't use this self confidence to make yourself heard by quickly labeling anything based on just anything...seriously, mengharamkan yang halal tu berdosa. Menyoal banyak2 pun Yahudi-an (kes korban anak lembu) . Be humble. When you let setan massage your ego, you are more to memecah belah rather than being a pemimpin.

Nevertheless, root beer yang sah-sah ada nama "BEER" tu xdak masalah pulak.

Here is an interesting response from user, "Tok Janggut", from bincang.net :

Conclusion dia TAK HARAM. Nama tidak mengubah hakikat sesuatu perkara. Perkara yang haram kalau diletak nama halal, tetap haram. Dan perkara yang halal diletakkan nama Haram, tetap halal.

Hasan Al banna menyebut: "Yang diambil kira ialah sesuatu yang dinamakan (substance), bukan nama yang diberikan”.


Ini kerana hukum mengharamkan sesuatu yang halal adalah sama syiriknya dengan menghalalkan sesuatu yang haram. Contohnya kalau burger itu halal, kita, tanpa usul periksa mengatakan ia haram, maka hukumnya berdosa, sama macam kita mengatakan air wiski itu halal. (Ruj Halal dan haram dalam Islam)


Berbalik kepada persoalan ini, perkara mengenai air ini ianya halal kerana susbtance atau kandungannya halal dan tidak ada nas menyatakan ia adalah haram. Rupa atau namanya tidak mengubah hakikat halalnya sesuatu perkara tersebut.
Untuk kita pergi jauh sedikiti, meminum air kosong di dalam bekas botol arak hukumnya harus. Apa yang kita tidak biasa adalah uruf nama Beer tersebut. Walhal root beer (seperti yang disebut oleh pendeta) sudah menjadi kebiasaan bagi kita. Ketidak biasaan uruf tidak boleh dijadikan dalil pengharaman.

Contohnya kisah nabi muhammad bila baginda bertandang ke rumah seorang sahabat. uruf (adat) masyarakat tersebut ialah memakan binatang bernama dhab sebagai satu makanan mewah. Teatpi nabi saw tak biasa makan. Lalu nabi tidak memakannya dan sahabat tersebut takut dhab haram. namun, rasullulah saw mengatakan bahwa baginda tak makan dhab (tak biasa dan bukan adat kaum nabi) tetapi tidak semestinya haram.



So remember, wahai pemimpin, ego gets you membabi buta.

Manusia adalah khalifah Allah. Not refering to only men when i said, "wahai pemimpin". See, ego. Jangan membabi buta. Ha ha.

No comments: